w a n n u r s y a r i f a h

NUR MUHAMMAD









Sempena hari qurban dalam kalenda hijrah nim..mari mengenali islam dgn lebih lanjut lg..
NUR MUHAMMAD..pastilah ade sbb dan alasan serta hikmah oleh Allah s.w.t keatas setiap Alam ciptaanNYA.selawat dn salam keatas Muhammad s.a.w dn para sahabat baginda.

PERKONGSIAN TIDAK LAIN TIDAK BUKAN SEKADAR INGIN BERKONGSI.kongsi pe?kongsi pengetahuan yg ade nim..

Suatu hari Sayidina Ali, karamallahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW
bertanya,
"Wahai (Nabi) Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan
padaku apa yang diciptakan Allah Ta’ala sebelum semua makhluk ciptaan?"
Beliau menjawab : "Sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan
dari Nur-Nya nur Nabimu."
Di Hadist yang lain, yang diiiwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra,
bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, beritahukanlah
kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan?".
Rasulullah saw menjawab : "Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah
nur Nabimu dari Nur-Nya."
Nur Muhammad itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini. Nur Muhammad
dianugerahi tujuh lautan : Laut Ilmu, Laut Latif, Laut Pikir, Laut Sabar, Laut Akal, Laut
Rahman, dan Laut Cahaya.
Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian Dari bagian pertama Dia menciptakan
Pena. dari bagian kedua lawhal-mahfudz, dari bagian ketiga ‘Arsy”.
Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawhal-mahfudz dan Pena. Pada pena
itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan.
Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa
yang harus saya tulis?"
Allah berfirman, “Tulislah : la ilaha illallah,Muhammadan Rasulullah”.
Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa
dia disebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah".
Allah kemudian berfirman, "Wahai Pena, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama
Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan ‘Arsy dan Pena dan lawhal-mahfudz; kamu, juga
diciptakan dari Nurnya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun”.
Ketika Allah SWT telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya
kepada Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang,
sehingga sampai dengan hari ini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia
tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia Ilahiah yang agung.
Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?"
bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi
sampai Hari Pengadilan !”.
Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?". Berfirman Allah, "Kamu harus
memulai dengan kata-kata ini: Bismillah al-Rahman al-Rahim."
Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-
kata itu pada Kitab (lawh al-mahfudz), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.
Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berfirman "Telah memakan 700 tahun
untuk kamu menulis tiga Nama-Ku; Nama Keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-
Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat
Kekasih-Ku Muhammad. Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bilamana abdi
manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan
menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku
hapuskan.”
“Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat
bagian: Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat
al-’Arsy); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang
menyangga Singgasana Ilahiah, ‘Arsy); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat
(makhluk) langit lainnya.”
“kemudian bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama Aku
membuat semua langit, dari bagian Kedua Aku membuat bumi-bumi, dari bagian ketiga Aku
membuat jinn dan api.”
“Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat
cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di
dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi
lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku
membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad SAW”.
Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu
dibentuk sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan Kepalanya
dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati. Matanya dari kesederhanaan
dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah). Mulutnya dari kesabaran, lidahnya
dari kesungguhan, pipinya dari cinta dan kehati-hatian, perutnya dari tirakat terhadap
makanan dan hal-hal keduniaan, kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus dan
jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.
Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua
kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang.
Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah,
masyhur dan tinggi di atas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi
nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
Kemudian Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dinamakan Syajaratul Yaqin.
Tangkainya berjumlah empat. Kemudian diletakanlah Nur Muhammad pada pohon tersebut.
Namun, kehadiran Nur Muhammad, itu membuat pohon bergetar hebat hingga berubah
menjadi permata putih. Sedangkan Nur Muhammad memuji bertasbih ke hadirat Allah Ta’ala
70.000 tahun lamanya. Pada permata tersebut, Nur Muhammad mencoba bercermin.
Wajahnya begitu indah dilihat. Bentuknya seperti burung merak, dan pakaiannya demikian
indah. Dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian ia bersujud lima kali.
Allah SWT melihatnya, membuat Nur tersebut merasa malu dan takut. Lalu keluar keringat
dari kepalanya. Dari keringat tersebut Allah SWT menciptakan nyawa malaikat. Dari keringat
wajahnya, diciptakanlah nyawa ‘Arsy, matahari, bulan, bintang, dan apa-apa yang ada di
langit. Keringat dadanya menjadi bahan untuk menciptakan nyawa para rasul, nabi, wali,
ulama, dan orang orang shaleh. Adapun keringat yang muncul dari keningnya,
diciptakanlah nyawa orang-orang mukmin dari umat Nabi Muhammad saw. Dari keringat
kedua telinganya, diciptakan oleh Allah SWT nyawa orang-orang Yahudi, Nasrani, dan
orang-orang kafir, dan sesat. Sedangkan keringat kakinya di antaranya menjadi isi bumi.
Pada waktu selanjutnya Allah SWT menciptakan lentera akik yang merah yang cahayanya
menembus ke dalam dan keluar. Lalu Nur Muhammad dimasukkan ke dalam lentera
tersebut. Berada di dalamnya dalam posisi berdiri. Sementara nyawa-nyawa yang sudah
tercipta berada di luar. Seluruhnya membaca "Subhanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha
illallaahu wallahu akbar". 1.000 tahun lamanya nyawa-nyawa itu diperintahkan Allah SWT
untuk melihat ke diri Nur Muhammad.
Nyawa yang berhasil melihat kepala Nur Muhammad, maka ia akan ditakdirkan menjadi
pemimpin/penguasa. Siapa yang melihat ubun-ubunnya, itulah mereka yang akan menjadi
guru/pendidik yang jujur. Siapa yang melihat matanya, ia akan menjadi hafidz (penghapal
Al Quran).
Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan dan
nasehat. Adapun yang bisa melihat hidungngya, mereka itu akan menjadi ahli bicara atau
dokter. Sedangkan mereka nyawa-nyawa yang berhasil melihat bibir Nur Muhammad, ia
akan ditakdirkan menjadi seorang menteri. Nyawa yang melihat bagian giginya maka
wajahnya kelak akan cantik rupawan, ia yang bisa melihat lidahnya, akan jadilah utusan/
duta raja-raja. Apabila yang dilihat lehernya, ditakdirkanlah menjadi orang berdagang dan
usahawan. Apabila tengkuk yang bisa dilihatnya, akan jadilah seorang tentara. Mereka
yang berhasil melihat kedua lengan tangannya, maka akan jadi perwira. Jika sikut
kanannya yang dilihat, Allah SWT akan menjadikan dirinya berkehidupan dalam dunia
tekstil, sedangkan kalau sikut Kirinya, ia akan menjadi orang yang pernah membunuh.
Serta, jika dadanya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi ulama yang disegani. Bila
bagian belakang, ia akan ditakdirkan menjadi para ahli sosial kemasyarakatan. Dan jika
hanya bayangannya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi orang yang berkecimpung
dalam bidang seni.
Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan
mu’adzin (yang mengumandangkan adzan). Barang siapa memandang janggutnya akan
menjadi pejuang di jalan Allah. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi
seorang pemanah atau pengemudi kapal laut. Siapa yang melihat tangan kananya akan
menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang
pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur suatu kebutuhan hidup).
Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang
melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari
tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya
akan menjadi seorang calligrapher, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan
menjadi seorang pandai besi. Siapa yang melihat dadanya yang penuh barokah akan
menjadi seorang terpelajar meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu.
Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada
hukum syari’at. Siapa yang melihat sisi badannya yang penuh barokah akan menjadi
seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa
yang melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruku dan sujud.
Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa
yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. Siapa yang melihat
bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute).
Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum takberiman,
pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi
mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Namrudz, Firaun, dan
sejenisnya.
Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris. Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan
rasul, a.s, di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat, di baris ketiga
berdiri ruh kaum beriman, laki – laki dan perempuan. Di baris ke empat berdiri ruh kaum
tak beriman.
Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah SWT sampai waktu mereka
tiba untuk dikirim ke dunia fisik. Tidak seorang pun tahu kecuali Allah SWT yang tahu
berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad sampai
diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.
Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bertanya kepada malaikat Jibril , "Berapa
lama sejak engkau diciptakan?" Malaikat itu menjawab, "Ya Rasulullah, saya tidak tahu
jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70.000 tahun seberkas cahaya gilang
gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah: sejak waktu saya
diciptakan cahaya ini muncul 12.000 kali."
"Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?" bertanya Nabi Muhammad SAW
"Tidak, saya tidak tahu," berkata malaikat itu.
"Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh, jawab Nabi Suci SAW”.
Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70.000 dikalikan 12.000 !
catatan :
Beberapa kalangan dalam ummat Islam mempersoalkan konsep Nur Muhammad (Cahaya
Muhammad atau Ruh Muhammad) sebagai suatu konsep yang tidak memiliki dasar dalam
‘aqidah Islam. Padahal, berdasarkan data-data yang kuat, konsep Nur Muhammad adalah
suatu konsep ‘aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang diterima dan diakui oleh
ijma’ (konsensus) ulama ilmu kalam dan ulama’ tasawwuf dalam kurun waktu yang
panjang, sebagai suatu konsep yang memiliki sumber dalilnya dari Qur’an dan Hadits Nabi
sallallahu ‘alayhi wasallam. Konsep ‘aqidah Nur Muhammad salallahu ‘alayhi wasallam
menyatakan antara lain bahwa cahaya atau ruh dari Nabi Besar Muhammad sallallahu
‘alayhi wasallam adalah makhluk pertama yang diciptakan sang Khaliq, Allah Subhanahu
wa Ta’ala, yang kemudian darinya, Dia Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhluk-
makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut Rasulullah sallallahu ‘alayhi
wasallam sebagai Nuur (cahaya), atau sebagai "Siraajan Muniiran" (makna literal: Lampu
yang Bercahaya).
KLIK FATWA NUR MUHAMMAD

0 Komentar untuk "NUR MUHAMMAD "

Popular Posts

Back To Top